Showing posts with label Epidemiologi. Show all posts
Showing posts with label Epidemiologi. Show all posts

Wednesday, 13 April 2016

KOMPONEN SURVEILANS

Epidemiologi surveilans dalam pelaksanaan kegiatannya, secara teratur dan terencana melakukan berbagai komponen utama surveilans.

a. Pengumpulan/pencatatan kejadian (data) yang dapat dipercaya. Data yang dikumpulkan meliputi data epidemiologis yang jelas, tepat, dapat dipercaya dengan validitas dan reliabilitas yang tinggi serta mempunyai hubungan dengan penyakit yang mengalami surveilans. Jenis dan bentuk data yang dikumpulkan disesuaikan dengan tujuan surveilans.

KEGIATAN EPIDEMIOLOGI SURVEILANS

Untuk mencapai masing-masing tujuan epidemiologi surveilans dapatlah dikembangkan berbagai bentuk kegiatan epidemiologi surveilans. Bentuk kegiatan tersebut dapat bersifat rutin dan dapat pula bersifat kegiatan khusus. Bentuk kegiatan yang bersifat rutin meliputi berbagai kegiatan berikut ini.

a. Laporan rutin khusus penyakit tertentu, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular, atau berbagai kejadian yang berhubungan dengan kesehatan secara umum. Laporan ini dilakukan secara berkala dalam bentuk laporan mingguan, bulanan dan laporan tahunan. Hasil analisis dari laporan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan bidang kesehatan, baik untuk penyususnan program maupun untuk evaluasi program serta analisis status kesehatan masyarakat.

TUJUAN EPIDEMIOLOGI SURVEILANS

Tujuan utama epidemiologi surveilans adalah untuk memperoleh gambaran kejadian morbilitas dan morbiditas serta kejadian peristiwa vital teratur, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kepentingan perencanaan serta tindakan yang berkaitan dengan kesehatan dalam masyarakat. Secara rinci tujuan tersebut dapat meliputi hal berikut ini.
> Identifikasi, investigasi dan penanggulangan situasi luar biasa atau wabah yang terjadi dalam masyarakat sedini mungkin.

EPIDEMIOLOGI SURVEILANS

Salah satu unsur penting dari program pencegahan yang dilaksanakan secara terencana dan terprogram adalah epidemiologi surveilans. Yang dimaksud epidemiologi surveilans adalah pengumpulan dan pengamatan yang dilakukan secara sistematik dan berkesinambungan, analisis dan interpretasi  data kesehatan dalam proses untuk menjelaskan dan memantau (memonitor) peristiwa kesehatan. Informasi hasil surveilans digunakan untk perencanaan, penerapan (implementasi) serta evaluasi tindakan (intervensi) dan program kesehatan masyarakat. Dengan kata lain, epidemiologi surveilans merupakan

PENELITIAN OBSERVASI

Penelitian observasi (Pengamatan langsung) ini didasarkan pada kejadian peristiwa secara alami tanpa suatu perlakuan khusus terhadap kelompok yang diteliti. Secara garis besarnya penelitian ini dapat dibagi dalam dua bentuk utama, yakni:

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

Penelitian eksperimental merupakan suatu penelitian dimana peneliti melakukan kegiatan intervensi atau perlakuan khusus pada objek atau sasaran yang diteliti. Dengan demikian pada penelitian eksperimental, peneliti dapat mengatur perlakuan sesuai dengan keinginannya, dapat mengamati proses kejadian secara langsung, baik pada individu maupun pada kelompok. Secara garis besarnya, dikenal ada dua macam penelitian eksperimental, yakni:

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

Penelitian epidemiologi (epidemiologic studies) merupakan bagian dari tugas pokok disiplin ilmu epidemiologi dalam mencari faktor penyebab maupun hubungan sebab akibat terjadinya penyakit serta gangguan kesehatan lainnya dalam masyarakat tertentu. Pada dasarnya penelitian epidemiologi dapat dibagi dalam dua bagian utama yaitu:
1. Penelitian yang berdasarkan percobaan atau perlakuan khusus (experimental studies)
  a. Eksperimental murni
  b. Eksperimental semu

EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF

Epidemiologi deskriptif terutama menganalisis masalah yang ada  dalam suatu populasi tertentu serta menerangkan keadaan dan sifat masalah tersebut, termasuk berbagai faktor yang berhubungan erat dengan timbulnya maslah tersebut. Bentuk kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang ada nya masalah dalam populasi tertentu dengan membandingkannya terhadap populasi lainnya, atau dengan populasi yang sama pada waktu yang berbeda. Bentuk ini banyak digunakan dalam mencari keterangan tentang  keadaan derajat kesehatan maupun masalah kesehatan dalam suatu populasi tertentu pada waktu dan tempat yang tertentu pula. Disamping itu epidemiologi deskriptif dapat pula memberikan gambaran tentang faktor yang mempengaruhi timbulnya suatu penyakit atau gangguan kesehatan pada suatu populasi tertentu dengan menggunakan analisis data epidemiologi serta data informasi lain yang bersumber dari berbagai disiplin seperti data genetika, biokimia, lingkungan hidup, mikrobiologi, sosial ekonomi dan sumber keterrangan lainnya.

Tuesday, 12 April 2016

PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam bidang kesehatan masyarakat, epidemiologi mempunyai tiga fungsi utama.
1. Menerangkan tentang besarnya masalah gangguan kesehatan (termasuk penyakit) serta penyebarannya dalam suatu penduduk tertentu.
2. Menyiapkan data dan informasi yang esensial untuk keperluan perencanaan, pelaksanaan program serta evaluasi berbagai kegiatan pelayanan (kesehatan) pada masyarakat, baik yang bersifat pencegahan dan penanggulanagna penyakit maupun bentuk lainnya dan menentukan skala prioritas terhadap kegiatan tersebut.
3. Mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab masalah atau faktor yang berhubungan erat dengan terjadinya masalah tersebut.

PERKEMBANGAN BIDANG EPIDEMIOLOGI

Berbagai masalah kesehatan yang terjadi telah mendorong epidemiologi untuk semakin berkembang. Berikut adalah perkembangan dari epidemiologi tersebut:

1. Epidemiologi penyakit menular
Bentuk ini telah banyak memberikan peluang dalam usaha pencegahan maupun penanggulangan penyakit menular tertentu. Berhasilnya manusia dalam mengatasi berbagai gangguan penyakit menular dewasa ini merupakan salah satu hasil yang gemilang dari epidemiologi. Peranan epidemiologi surveilan yang pada mulanya hanya ditujukan pada pengamatan penyakit-penyakit menular secara seksama ternyata telah memberikan hasil yang cukup berarti dalam menanggulangi berbagai masalah penyakit menular dan penyakit tidak menular.

RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI

Dari pengertian epidemiologi dan metode epidemiologi, maka bentuk kegiatan epidemiologi meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat baik yang berhubungan dengan bidang kesehatan maupun diluar bidang kesehatan. Berbagai bentuk dan jenis kegiatan dalam epidemiologi saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga tidak jarang dijumpai suatu bentuk kegiatan yang tumpang tindih. Bentuk kegiatan epidemiologi dasar yang paling sering digunakan adalah bentuk epidemiologi deskriptif, yakni suatu bentuk kegiatan epidemiologi yang memberikan keterangan atau gambaran tentang keadaan serta sifat penyebaran tingkat derajat kesehatan dan gangguan kesehatan maupun penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu.

Bentuk kegiatan epidemiologi yang erat hubungannya dengan deskriptif epidemiologi adalah nilai derajat kesehatan dan besar kecilnya masalah kesehatan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Bentuk kegiatan

EPIDEMIOLOGI

Adalah ilmu yang mempelajari, menganalisis serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan kesehatan pada suatu kelompok penduduk tertentu.

Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya masalah gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun penanggulangannya. Epidemiologi merupakan filosofi dasar disiplin ilmu kesehatan, termasuk kedokteran, yaitu suatu proses logis untuk menganalisa serta memahami hubungan interaksi antara proses fisik, biologis dan fenomena sosial yang berhubungan erat dengan derajat kesehatan, kejadian penyakit maupun gangguan kesehatan lainnya. Dalam hal ini, sifat dasar epidemiologi lebih

PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI

Pada pertengahan abad ke-19 M, para ilmuwan kesehatan masyarakat dan kedokteran, lebih mengarahkan pengamatan dan penelitiannya terhadap konsep baru tentang penyebab penyakit secara khusus serta teori imunitas. Banyak diantara para peneliti pada awal era mikrobiologi mulai mengarahkan perhatiannya pada lingkungan fisik dalam mencari agen yang spesifik sebagai faktor penyebab penyakit. Lingkungan fisik ditempatkan sebagai sumber, media, bahkan dapat sebagai penyebab terjadinya penyakit tertentu.

Di Inggris pada tahun 1842 telah diterbitkan laporan Edwin Chadwick yang disertai dengan sejumlah gambaran dalam bentuk tabel mengenai peranan lingkungan terhadap kejadian penyakit. Didalam laporan ini diuraikan bahwa faktor kemiskinan dan ketidaktahuan memegang peranan penting sebagai sebab terjadinya kematian yang tinggi. Dalam hal ini, Chadwick dengan konsep kejadian penyakit yang didasarkan atas teori

SEJARAH EPIDEMIOLOGI

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, bahwa epidemiologi dalam pengertiannya dewasa ini merupakan ilmu yang masih relatif baru. Namun demikian, sejarah epidemiologi tidak bisa dipisahkan dengan masa dimana manusia mulai mengenal penyakit menular. Walaupun pada masa itu sumber dan penyebab penyakit masih dianggap berasal dari kekuatan gaib dan roh jahat, tetapi cukup banyak usaha pada zaman purba yang dapat dianggap sebagai usaha untuk melawan epidemi. Umpanya pada kira-kira 1000 tahun S.M. telah dikenal variolasi di Cina untuk melawan penyakit variola, sedangkan orang-orang india pada saat tersebut selain menggunakan variola, juga telah mengenal bahwa penyakit pes erat hubungannya denga tikus, sedangkan kusta telah diketahui mempunyai hubungan erat dengan kepadatan penduduk.

Sebenarnya epidemiologi sebagai sains, yang didasarkan atas pengamatan terhadap fenomena penyakit dalam masyarakat. oleh mereka yang meyakini bahwa keadaan tersebut merupakan suatu fenomena yang terjadi secara teratur (ordered phenomenal) dan bukan sebagai suatu kejadian yang berkaitan dengan kekuatan gaib, telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno seperti halnya dengan berbagai ilmu pengetahuan lain yang telah mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dewasa ini. Pada zaman kejayaan Yunani dan Romawi Kuno, telah dikenal adanya proses penularan penyakit pada manusia yang sangat erat hubungannya dengan faktor lingkungan. Hal ini telah dikemukakan oleh Hippocrates (abad ke 5 S.M.) dalam tulisannya yang berjudul Epidemics serta dalam catatannya mengenai "Airs, Waters and Places", dimana beliau telah mempelajari masalah penyakit pada masyarakat serta mencoba mengemukakan berbagai teori tentang hubungan sebab-akibat terjadinya penyakit dalam masyarakat. Walaupun pada akhirnya teori tersebut tidak sesuai dengan kenyataan faktor lingkungan dengan kejadian penyakit, sehingga dapat dikatakan bahwa konsep tersebut adalah konsep epidemiologi yang pertama.

Kemudian Galen mengemukakan suatu doktrin epidemiologi yang lebih logis dan konsisten dengan