Showing posts with label Manajemen Rumah Sakit. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Rumah Sakit. Show all posts

Saturday, 23 April 2016

BPJS KESEHATAN: Tarif Standar Pelayanaan Direvisi

Kementerian Kesehatan memastikan skema tarif Ina Cbgs akan dievaluasi setelah Presiden menetapkan tarif iuran BPJS Kesehatan.
Donald Pardede, Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementerian Kesehatan, mengatakan revisi penetapan tarif Indonesia Case Based Groups (Ina CBGs) terus dipersiapkan. Saat ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan sejumlah simulasi.Selain itu, dikumpulkan saran lintas kementerian sebagai dasar tarif pembayaran.

Monday, 18 April 2016

ANALISA SWOT

SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman). Analisa SWOT sudah menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategis pendidikan, namun ia tetap merupakan alat yang efektif dalam menenempatkan potensi institusi. SWOT dapat dibagi kedalam dua elemen analisa internal yang berkonsentrasi pada prestasi institusi itu sendiri, dan analisa lingkungan.
Uji kekuatan dan kelemahan pada dasarnya merupakan audit internal tentang seberapa efektif performa institusi. Sementara peluang dan ancaman berkonsentrasi pada konteks eksternal atau lingkungan tempat sebuah institusi beroperasi. Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari hal-halt tersebut di atas: Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Tujuan pengujian ini adalah untuk memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang.

Wednesday, 13 April 2016

STRATEGIC PLANNING DI RUMAH SAKIT (part 2)

f. Anggaran
Sebagai hasil dari proses perencanaan ini dapat menyebabkan timbulnya anggaran yang sesuai dimana tidak saja proyeksi dari anggaran masa lalu ke masa depan, tetapi sebagai suatu alat yang mengandung keduanya baik komitmen strategi maupun komitmen operasional.
Komitmen strategi dapat dipakai untuk mengembangkan kemungkinan /kesempatan baru dimana sering menimbulkan perubahan yang berarti dari keadaan bisnis yang sekarang. Dilain pihak komitmen operasional ditujukan untuk mempertahankan secara baik bisnis dasar yang sudah ada. Untuk memecahkan masalah "strategic" dan "operational" dalam budget ini adalah dengan menggunakan dana strategic atau dana investasi dan dana operasional atau dana rutin untuk membedakan peran dari sumber-sumber dana.

STRATEGIC PLANNING DI RUMAH SAKIT

a. Misi
Harus ditentukan tujuan usaha rumah sakit untuk mencapai derajat ataupun tingkat tertentu maupun posisi persaingan kepemimpinan. Penentuan misi ataupun tujuan ini, merupakan langkah awal dari strategi (misalnya suatu rumah sakit yang mempunyai misi berusaha mencapai (survival and growth). Informasi primer yang terkandung dalam pernyataan misi tersebut adalah definisi yang jelas dari lapangan ataupun bidang bisnis pada saat ini dan mendatang,, disini dinyatakan sebagai uraian yang luas dari hasil (output) usaha, pemasaran (market) dan sebagainya.
Pernyataan dari lapangan ataupun bidang bisnis adalah bersifat informatif tidak hanya apa saja yang termasuk didalmnya tetapi juga menyatakan apa saja yang tidak termasuk didalamnya. Misalnya saja misi rumah sakit: melayani kesehatan karyawan dan keluarga, pensiun dan sebagainya, referral hospital (rumah sakit rujukan bagi rumah sakit kecil/daerah dari perusahaan tersebut) dan melayani pasien-pasien umum dengan berusaha mencapai survival and growth.

STRATEGIC PLANNING ( PERENCANAAN STRATEGI )

Strategic planning ditandai dengan:
- Penentuan misi / tujuan perusahaan
- Keadaan perusahaan itu sendiri
- Environment / keadaan lingkungan di luar perusahaan yang sering tidak stabil terhadap perusahaan itu.
- Alokasi sumber daya yang ada
- Bagaimana misi perusahaan tersebut bisa dicapai

Misi
Harus ditentukan misi ataupun tujuan dari perusahaan jangka panjang untuk bisa ditentukan strategi yang ditempuh . Misalnya: untuk sebuah rumah sakit mempunyai misi bagaimana untuk mencapai survival and growth!

ASPEK-ASPEK PERENCANAAN DALAM BIDANG MANAJEMEN

Perencanaan memusatkan perhatian pada masa yang akan datang. Manajemen rumah sakit harus mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi hal-hal yang akan datang baik sudah diramalkan maupun yang tidak terduga sebelumnya.
Perencanaan menspesifikasi apa yang harus dicapai atau dilakukan dimasa datang dan bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan. Atau dapat ditegaskan sebagai berikut.
Beberapa faktor untuk perencanaan antara lain:
> Sasaran-sasaran
> Tindakan-tindakan
> Sumber-sumber daya yang diperlukan
> Implementasi

STUDI TENTANG MANAJEMEN

Teori lama manajemen yang hingga saat ini masih "valid" yaitu dari G.R.Terry, yang disingkat P.O.A.C dan disana sini akan dimodifikasi:
- Planning atau perencanaan 
- Organizing atau pengorganisasian
- Actuating atau menggerakkan
- Controlling pengawasan/pengendalian

Manajemen banyak dipraktikkan baik dalam organisasi, rumah sakit, badan-badan pemerintah dan lain-lain organisasi.

Banyak definisi tentang manajemen yang telah dikemukakan oleh para sarjana Barat tetapi belum ada yang diterima secara universal. Misalnya, salah satu yang banyak dipakai yaitu oleh Mary Parker Tollet sebagai berikut:

PENGELOLAAN RUMAH SAKIT

Mengelola rumah sakit baik swasta, BUMN maupun pemerintah sama dengan mengelola organisasi lain yang membutuhkan pengetahuan manajemen.
Untuk menjadi pimpinan rumah sakit yang baik harus bisa menjadi manajer yang baik. Kalau dahulu ada anggapan bahwa manajer adalah bakat dan tidak bisa dipelajari, maka anggapan itu sudah tidak bisa lagi berlaku lagi saat ini. Jelas bahwa ilmu untuk menjadi manajer sudah diajarkan dimana-mana. Memang, bagi yang mempunyai bakat sebagai manajer bisa lebih cepat untuk belajar dan bisa menjadi manajer yang lebih baik.