Analisa fundamental merupakan
metode analisis yang menggunakan studi tentang keadaan ekonomi, industri dan
kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai wajar dari saham suatu
perusahaan.
Analisa fundamental
menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk
memperhitungkan apakah harga saham sudah atau belum diapresiasi secara tepat.
Secara umum untuk menganalisa
perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari beberapa langkah
yaitu:
1. Menghitung
kondisi ekonomi secara keseluruhan
Kondisi ekonomi
dipelajari untuk memperhitungkan apakah kondisi ekonomi secara keseluruhan baik
untuk pasar saham.
Apakah tingkat
inflasi tinggi atau rendah? Apakah suku bunga naik atau turun? Apakah konsumen
yakin atau ragu-ragu dalam membelanjakan uang? Apakah neraca perdagangan untung
atau rugi? Apakah perputaran uang dalam perusahaan tersebut sedang sehat?. Ini
adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan seorang analis fundamental untuk
memperhitungkan kondisi ekonomi secara keseluruhan, apakah baik atau tidak
untuk sebuah pasar saham.
2. Menghitung
kondisi iindustri secara keseluruhan
Industri dimana
perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan terseebut.
Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pas
an jika mereka sudah berada dalam sektor industri yang sedang payah.
Biasanya saham
yang lemah dalam sektor industri yang kuat lebih disukai daripada saham yang kuat dalam sektor
industri yang lemah.
3. Menghitung
kondisi perusahaan
Setelah melihat
dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan
sebuah perusahaan.
Jika sebuah
perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik, tapi
kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sialah semua
analisa fundamental yang kita lakukan.
Karena pasar
saham adalah pasar ekspektasi diman semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya
selalu menghasilkan laba, yang pada akhirnya laba ini akan dibagikan kepada
pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden.
Namun tidak
semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya
keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi
ada juga yang disebut dengan capital gain
yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya
diharapkan oleh investor yang
memiliki periode waktu yang pendek.
Menghitung kondisi
perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.
Rasio secara
garis besar dibagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu:
a.
Profitability
(keuntungan)
b.
Price (harga)
c.
Liquidity (likuiditas)
d.
Leverage (dukungan),
dan
e.
Efficiency
(efisiensi)
No comments:
Post a Comment