Friday, 8 April 2016

Analisa Fundamental

Analisa fundamental merupakan metode analisis yang menggunakan studi tentang keadaan ekonomi, industri dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkan nilai wajar dari saham suatu perusahaan.
Analisa fundamental menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah atau belum diapresiasi secara tepat.
Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari beberapa langkah yaitu:

1.       Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan
Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan apakah kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham.
Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah? Apakah suku bunga naik atau turun? Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu dalam membelanjakan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi? Apakah perputaran uang dalam perusahaan tersebut sedang sehat?. Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan seorang analis fundamental untuk memperhitungkan kondisi ekonomi secara keseluruhan, apakah baik atau tidak untuk sebuah pasar saham.

2.       Menghitung kondisi iindustri secara keseluruhan
Industri dimana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan terseebut. Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pas an jika mereka sudah berada dalam sektor industri yang sedang payah.
Biasanya saham yang lemah dalam sektor industri yang kuat lebih  disukai daripada saham yang kuat dalam sektor industri yang lemah.

3.       Menghitung kondisi perusahaan
Setelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan sebuah perusahaan.
Jika sebuah perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik, tapi kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sialah semua analisa fundamental yang kita lakukan.
Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi diman semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba, yang pada akhirnya laba ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden.
Namun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang disebut dengan capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki periode waktu yang pendek.
Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.
Rasio secara garis besar dibagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu:
a.       Profitability (keuntungan)
b.      Price (harga)
c.       Liquidity (likuiditas)
d.      Leverage (dukungan), dan
e.      Efficiency (efisiensi)


No comments:

Post a Comment