1. Analisa
Makro
Analisa makro
menitikberatkan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah secara umum yang
berlaku maupun situasi keadaan perekonomian secara umum.
Hal-hal yang
dianalisa antara lain pendapatan perkapita, kestabilan keadaan keuangan negara,
tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan situasi politik.
2. Analisa Sektoral
Analisa sektoral
merupakan analisa untuk menilai kinerja dan kondisi dari suatu industri apakah
berada pada tahap awal, pertumbuhan, kematangan perusahaan ataupun kemungkinan
penurunan kinerja dan bagaimana dampaknya bagi keuntungan perusahaan.
Analisa industri
dilakukan melalui dua tahapan pendekatan:
1. Industrial Life Cycle Model
Terdiri dari tahapan pertumbuhan, ekspansi, kematangan
perusahaan dan penurunan.
2. Profit Life Cycle Model
Terdiri dari pertumbuhan pendapatan, ekspansi, profit margin dan total laporan keuangan yang
meningkat, penjualan dan profit margin cenderung datar hingga laporan keuangan yang
mulai menurun.
Analisa
fundamental adalah analisa untuk mengetahui kondisi perusahaan secara
keseluruhan, baik analisis produk perusaahaan dan pemasarannya, analisis
pertumbuhan laporan keuangan dan kinerja manajemen perusahaan.
Analisa teknikal
merupakan analisa studi nilai harga yang terjadi untuk memprediksi harga saham.
Analisa teknikal
lebih menitikberatkan pembentukan harga saham oleh perubahan penawaran dan
permintaan (supply & demand)
tanpa perlu mengetahui penyebabnya.
Kelebihan analisa
teknikal adalah analisa ini relatif cepat dan mudah, tidak perlu terlibat dalam
angka-angka keuangan yang rumit dan memberikan sinyal kapan saat yang tepat
untuk melakukan investasi.
Untuk lebih detailnya silahkan simak perbedaan lebih jelas antara :
Analisa Teknikal dan
Analisa Fundamental
Untuk lebih detailnya silahkan simak perbedaan lebih jelas antara :
Analisa Teknikal dan
Analisa Fundamental
No comments:
Post a Comment