Sunday, 17 April 2016

ASKEP TYPOID

I.konsep dasar medis
a. definisi
demam typoid adalah suatui penyakit infeksi pada usus halus yang menimbulkan gejala – gejala sistematik.
b.Etiologi
- salmonella paratyphi A
- salmonella paratyphi B
- salmonella para typhi C
c.manifestasi klinik
masa tunas demam typoid berlangsung 10 – 14 hari ,gejala – gejala yang timbul amat berfariasi ,perbedaan ini tidak saja berbagai bagian dunia,tetapi juga didaerah yang sama dan waktu – ke waktu.
Selain itu gambaran penyakit yang khas dengan kompliksi dan kematian,hal menyebabkan bahwa seorang ahli yang sudah berpengalaman dapat mengalami kesulitan untuk membuat diagnosis klinis demam typoid.

Dalam minggu pertama keluhan dan gejalan – gejalan dengan penyakit infeksi akut pada umumnya demam,nyeri kepala,pusing,nyeri otot,anoreksia.mual,muntah,optipasi atau diare perasaan tidak enak diperut, batuk dan epitaksis,pada pemeriksaan fisik hanya didapatkan peningkatan suhu badan
Pada minggu kedua gejala- gejala menjadi lebih jelas berupa demam,bradikardia,relatif,lidah khas ( kotor di tengah,tepi dan ujung merahdan trevior ),hepatomegali,spenomegali,gangguan mental berupa samnolen,koma,delirium,atau psikosis.
d.test diagnostik
v  Pemeriksaan lekosit
Pada kebanyakkan kasus demam typoid.jumlah leukosit pada sedia darah tepi berada dalam batas – batas normal.Biasa juga terdapat leukositosis,walaupun tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder oleh karena itu pemeriksaan jumlah leukosit tidak ada atau termasuk diagnosa demam typoid.
v  Pemeriksaan SGOT / SGPT
SGOT dan SGPT sering kali meningkat,tetapi kembali ke normal stelah sembuhnya demam thpoid,peniibgkatan SGOT dan SGPT tidak memerlukan pembatasan pengobatan.
v  Biakan darah
Biakan darah positif memastikan demam thpoid,tetapi biakandarah negatif tidak menyingkirkan demam thypoid.Hl ini disebabkan karena hasil biakan darah bergantung pada bebrapa faktor antara lain :
-          teknik pemeriksaan lab
-          saat pemeriksaan selama perjalanan penyakit.
-          Vaksinasi dimsa lampau
-          Pengobatan dengan obat antimikroba.
e.Uji widal
uji widal adalh suatu reaksi aglitinasi antara antigen dan antibodi aglitunin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum pasien demam thypoid juga pada orang yang pernah ketularan salmonella danpara orang yang pernah di vaksinasi demam thypoid.
f.komplikasi
dibagi dalam :
1.komplikasi intestinal
- pendarahan usus.
- perforasi usus
- ileus paralitik.
2.kompliksi ekstra intestinal
a. komplikasi kardiovaskuler
kegagalan sirkulasi perifer,miokarditis,trombosis,dan tromboflebitis
b.komplikasi darah
anemia hemolitik trombositopernia dan disseminated intravaskuler avagulation ( DIC ) dan sindrom uremia hemolitik.
c. komplikasi paru
peunomia,empiema danpleuritis.
d.komplikasi hepar dan kandung empedu,hepatitis dan kolesistisis
e.komplikasi ginjal.
f. komplikasi tulang dan neuropsikiatrik.
g.Prognosis
Prognosis demam thypoid tergantung dari umur,keadaan umum,derajat kekbalan tubuh, jumlah dan vinlensi,salmonella serta cepat dan tepatnya pengobatan angka kematian pada anak – anak 2,6 % dan pada orang dewasa 7,4 %, rata – rata 5,7 %.
h.penatalaksanaan.
Klien demam thypoid perlu dirawat di RS untuk perwatan intensif minimal  7 hari,bekas demam / 14 hari .Makdunya adalah untuk menjaga tidak terjadinya komplikasi pendarahan di usus atau perfurasi.
Mobilisasi klien di lakukan sercara bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan klien dengan kesadaran menurun posisi tubuhnya harus di rubah pada waktu tertentu untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan perlukaan fisik.Defekasi dan BAK perlu diperhatikan karena kadang – kadang terjadi optipasi dan retensi air kemih.
i.Patofisiologi.
makanan yang mengandung kuman
salmonella thypi


masuk ke lambung


sebagian masuk ke lambung

plaque payen

proses peradangan

perangsangan neufrotil

                                                             pengeluaran mediator kimia            Pertumbuhan membran kapiler
( prosteglandin sitemin )
                                                                                                                    Perembesan cairan dari
                                                                                                             vesikuler ke intra sel
Pengeluaran zat pitogen                                   

   Mual muntah                                        Mencapai hipotalamus                         Risiko kekurangan      
                                                                                                                 cairan
( merangsang zat point )
Anoreksia

Reaksi peningkatan suhu tubuh
    Intek in adekuat                                                     



Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan          Respon menggil
 



Reaksi demam
 



Hipertensi
 



Euporasi


Cairan tubuh berkurang
 



stres bagi keluarga
 




kurang informasi
 


                                                                              
stresor
 



kecemasan
II. PENGKAJIAN
a.riwayat keperawatan
1. aktivitas / istirahat
Gejala : kelemahan ,kelelahan, pembatasan aktivitas ansietas
2.sirkulasi
Tanda : tacikardi, ( respon terhadap dehidrasi,proses impalamasi,dan nyeri ).
3.intregritas eja
Gejala : ansietas,ketakutan, emosi, perasaan tidak berbahaya,faktor stres.
Tanda : menolak,perhatian,menyempit,depresi
4.eliminasi
Gejala : tekstur feces bervariasi,dari bentuk lunak sampai bau / berair optipasi / diare
Tanda: menurunya bising usus
5.makanan / cairan
Gejala : anoreksia,mual / muntah,penurunan BB, tidak toleran trhadap diet.
Tanda : penurunan lemak subkutan,massa otot,kelemahan,tonus otot dan turgor kulit membran mukosa pucat,luka,implamasi,rongga mulut


No comments:

Post a Comment