Friday, 8 April 2016

Jenis Jenis Saham

Saham merupakan salah satu jenis investasi yang berarti tanda kepemilikan terhadap suatu perusahaan dan akan memberikan keuntungan dalam bentuk deviden dan capital gain seiring dengan pergerakan nilainya.
Salah satu kelebihan investasi saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan yang dibagikan melalui deviden.
Besarnya deviden yang dibagikan tergantung pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan besarnya laba yang dihasilkan dari kinerja suatu perusahan.
Di Indonesia perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX) sedangkan perdagangan obligasi di Bursa Efek Surabaya (BES) atau Surabaya Stock Exchange (SSX).

Menurut jenisnya saham dibagi menjadi dua yaitu saham preferen(preferen stock) dan saham biasa (common stock).

A. Saham Preferen
Merupakan jenis saham khusus yang biasanya diterbitkan terbatas untuk pemilik atau pendiri perusahaan. Saham ini memiliki klaim khusus terhadap aset perusahaan namun tidak memiliki hak suara.
Pemegang saham preferen mendapat prioritas pertama dalam pembagian aset bila perusahaan dilikuidasi.
B.  Saham Biasa / Common Stock
Merupakan jenis saham yang ditawarkan dan dapat dimiliki oleh publik. Saham ini memiliki hak suara namun mendapat hak paling akhir terhadap aset apabila perusahaan terlikuidasi.
Pemilik saham bisa memiliki hak terlebih dahulu dalam penerbitan saham baru (right issue), namun  jika pemegang saham biasa menolak menebusnya, maka dapat ditawarkan kepada pihak lainnya.
Dalam transaksi sehari hari yang terjadi di BEJ, jenis saham yang diperdagangkan adalah jenis saham biasa, dan saham biasa atau common stock terbagi-bagi dalam beberapa kategori antara lain:

1.       Blue Chip-Stock (Saham Unggulan)
Adalah saham dengan tingkat pengembalian nilai investasi yang palin stabil dan memiliki reputasi yang baik dan dalam sejarahnya mampu membayar deviden secara konsisten.
Biasanya perusahaan perusahaan yang termassuk dalam kategori blue chip tersebut merupakan pemimpin dari sektoral perusahaan sejenis dalam industrinya, dan memiliki stabilitas usaha yang tinggi serta merupakan acuan standarisasi untuk mengukur kinerja perusahaan lain.

2.       Growth Stock
Growth Stock merupakan saham dengkat tingkat nilai investasi yang terus meningkat dari saham-saham sejenis.
Harga saham yang diperdagangkan seringkali mempunyai nilai wajar atau fair value yang masih lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajar atau fair value sebenarnya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena situasi pasar yang tidak efisien sehingga terjadi discount rate  akibat keadaan ekonomi.

3.       Defensive Stock
Defensive Stock adalah saham yang penurunan nilai investasinya tidak sebesar penurunan nilai investasi secara keseluruhan.
Saham jenis ini memiliki risiko yang rendah.

4.       Cyclical Stock
Cyclical Stock adalah saham yang memiliki tingkat nilai investasi yang berfluktuatif dibandingkan dengan nilai investasi market secara keseluruhan. Saham ini memiliki sistemnatik risiko yang tinggi.

5.       Seasonal Stock
Seasonal Stock adalah saham yang memiliki tingkat nilai investasi yang sangat fluktuatif disesuaiken dengan periode (musim), atu hari-hari raya tertentu.

6.       Speculative Stock
Speculative Stock adalah saham yang memiliki tingkat nilai investasi yang rendah atau negatif dan memiliki kemungkinan kecil untuk memberikan nilai pengembalian investasi yang normal atau tinggi.

No comments:

Post a Comment